Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX

21.28 Unknown 2 Comments

Alamat : Kompleks Keraton Yogyakarta



Museum ini berada di dalam kompleks Kraton Yogyakarta yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X tanggal 18 November 1990. Museum kecil ini didirikan pada awal tahun 1990-an untuk mengenang tokoh yang dicintai masyarakat Yogyakarta ini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pameran berbagai benda dan dokumen milik sultan. Benda-benda /peralatan, foto-foto dan tanda jasa serta barang yang ditampilkan dalam museum ini khusus milik maupun yang diterima almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jam buka bersamaan dengan Kraton Yogyakarta.
Sebagai sarana untuk mengenang seorang tokoh, Museum HB IX tidak hanya merupakan tempat menyimpan benda mati. Artefak saksi keberadaan tokoh tersebut berusaha dihidupkan dalam pameran. Benda-benda tersebut dipilih, dan dipamerkan secara berkelompok dan dengan urutan tertentu, ditambah keterangan-keterangan pada label sehingga membentuk suatu cerita yang mengagungkan sang tokoh. Hal ini masih ditambah dengan bangunan museum berarsitektur Jawa dengan berbagai ukiran keemasan khas kraton, menekankan kebesaran Sultan HB IX.
Di museum ini pengunjung dapat melihat keterlibatan Sri Sultan dalam perjuangan kemerdekaan, dalam kegiatan di kraton sebagai seorang sultan Yogyakarta, pejabat negara RI, berbagai kegiatan lain seperti Pramuka–Sultan HB IX adalah Bapak Pramuka Indonesia–, juga keseharian sebagai seorang pribadi. Terdapat meja kerja, berbagai penghargaan, pakaian, dan berbagai benda lain seperti pakaian seragam militer.
Salah satu tujuan penyelenggaraan museum terutama museum memorabilia adalah untuk pendidikan, untuk menyampaikan nilai-nilai baik dari sang tokoh yang dikenang dalam museum. Dari apa yang disajikan, pengunjung dapat belajar tentang sosok Sultan Hamengku Buwono IX. Seorang sultan kadang hidup dalam dongeng bagi kita masyarakat kebanyakan. Di museum ini kita melihat bahwa sultan juga manusia biasa, yang juga senang memasak dan memiliki hobi fotografi.
Pengunjung juga diajak mengenang bahwa sultan ini meskipun dididik di Barat, tetapi adalah seorang Jawa. Selembar prasasti marmer di ruang utama museum memuat kalimat terkenal dalam pidato penobatan sultan pada tanggal 18 Maret 1940. “Al heb ik een uitgesproken westerse opvoeding gehad, toch ben en blijf ik in de allereeste plaats javaan”, “Walaupun saya telah mengenyam pendidikan Barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa”.
Di salah satu ruang museum terpampang satu lukisan sultan mengenakan baju batik dan kutipan judul biografi sultan yang diterbitkan beberapa tahun sebelum beliau mangkat, “Tahta untuk Rakyat”. Dua hal ini, pernyataan sebagai orang Jawa dan orientasi kepada rakyat menggambarkan bahwa sebagai sultan, raja masyarakat Yogyakarta, beliau berdiri pada akar budayanya dan berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.



Sejarah
Sejarah berdirinya museum ini tidak lepas dari sejarah berdirinya keraton, karena berada di dalam komplek Keraton Yogyakarta yaitu istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keraton Yogyakarta didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bualan pasca perjanjian giyanti pada tahun 1755. lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati, yang digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan di makamkan di Imogiri. Pada mulanya keraton ini digunakan sebagai tempat tinggal Raja Kasultanan Yogyakarta dan sebagai pusat pemerintahan, kesultanan tersebut secara resmi telah bergabung dengan NKRI pada tahun 1950. Namun saat ini sultan tidak lagi tinggal di dalam komplek keraton tetapi tinggal di komplek Taman Sari. Status kepemimpinan sultan tidak mutlak seperti tempo dulu. Sekarang sistem pemerintahan diatur oeleh pemerintah pusat, dan sultan menjabat sebagai Kepala Daerah Tingkat I.


Nilai Penting dan Hal yang menarik
Bendoro Raden Mas Dorodjatun atau yang lebih dikenal dengan nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan sala satu tokoh besar yang bijaksana serta demokratis. Walaupun beliau seorang bangsawan, beliau tidak enggan dalam berkecimpung dalam urusan politik. Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi Raja di Kesultanan Yogyakarta. Beliau juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang kedua pada tahun 1973-1978. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang kemudian dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.
                Sultan Hamengku Buwono IX bukan hanya sekedar pemimpin yang arif dan bijaksana. Beliau juga seorang cendekiawan yang penah menuntut ilmu di negeri barat. Walaupun begitu, beliau tetap memegang teguh jati dirinya. Belau juga sangat berjasa di bidang pendidikan, Ia merelakan karaton sebagai tempat penyelenggaraan institusi modern, Universitas Gadjah Mada. Kemudian sultan juga menyediakan tanah luas di utara kota, Bulaksumur, sebagai kampus hingga sekarang. Selain dermawan, Beliau juga memiliki beberapa kegemaran yang cukup unik seperti memasak, fotografi, dan berkuda. 
Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyimpan benda-benda yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Selain itu penghargaan-pernghargaan yang didapatkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. 

 Akses 

Museum Sultan Hamengkubuwono IX berada di Kompleks Kraton Yogyakarta yang mana berada di selatan Alun-Alun Utara. Jika anda berangkat menggungakan transportasi umum seperti Bus Trans Jogja anda dapat turun di Selter 3 Malioboro kemudia melanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan becak karena masih terbilang agak jauh. Apabila anda menggunakan kendaraan pribadi ada dapat langsung menuju Museum Sultan Hamengku Buwono dan membayar tarif parkir kendaraan anda.

 Jam buka
Keraton Yogyakarta dibuka untuk umum setiap hari dari jam 08.00 – 14.00 WIB. Tapi khusus untuk hari Jum’at, wisata kraton Jogja dibuka dari jam 08.00 wib – 12.00 wib.
Biaya
Harga tiket masuk adalah sebesar Rp 5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp 12.500,- untuk wisatawan asing atau mancanegara. Dan jika pengunjung ingin menggunakan kamera untuk mengambil berfoto membayar Rp 1.000,- per kamera
Opini
            Menurut saya, Museum Sultan Hamengkubuwono IX ini adalah salah satu museum yang sangat disayangkan jika para wisatawan melewatkannya. Museum ini memiliki arsitektur bangunan yang unik dan indah saat anda dapat kesana dan menikmatinya secara langsung. Selain itu museum ini memiliki nilai edukasi dan motivasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan museum ini berisi tentang perjalanan hidup Sultan Hamengku Buwono yang sangat menginspirasi berbagai kalangan. Oleh karena itu sangat disayangkan jika anda melewatkan kesempatan untuk dapat mengunjugi museum ini.



Sumber
http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/museum/396#prettyPhoto
http://santapjogja.com/sri-sultan-hamengku-buwono-ix-raja-mataram-yang-jago-memasak/

2 komentar: